Hi, apa kabar hari ini?
Setiap fase barkarir, hampir semua orang mungkin pernah merasa ada saatnya harus berhenti sejenak. Entah itu kelelahan mental, fisik dan pikiran atau alasan lain pernah dirasakan budak korporat. Terlebih bekerja di Jakarta. Tantangan mulai dari jalanan yang macet, politik kantor, beban pekerjaan yang super hectic, karakter manusia yang bermacam rupa. Setiap orang punya alasan untuk bertahan atau bahkan membuat jeda karir untuk dirinya sendiri. Jeda tidak apa-apa, asal tidak hilang arah dan makna hidup.
Apa saja yang bisa dilakukan saat jeda karir?
Saat jeda dari rutinitas yang cukup padat, tubuh dan sel-sel saraf mungkin akan sedikit ada yang berubah. Dari ritme yang sangat cepat, penuh dan bahkan tak jarang burnout. Untuk mengembalikan ritme tubuh ke dalam kondisi normal dan mungkin tidak merasa kosong, ada baiknya memnag diisi dengan hal-hal rutinitas yang bermanfaat tapi tidak memaksa tubuh untuk melakukan aktivitas padat. Maksudnya menyesuaikan kondisi fisik, mental dan emosional. Berikut hal-hal yang bisa dilakukan saat jeda karir: