Hi, apa kabar hari ini?
Setiap fase barkarir, hampir semua orang mungkin pernah merasa ada saatnya harus berhenti sejenak. Entah itu kelelahan mental, fisik dan pikiran atau alasan lain pernah dirasakan budak korporat. Terlebih bekerja di Jakarta. Tantangan mulai dari jalanan yang macet, politik kantor, beban pekerjaan yang super hectic, karakter manusia yang bermacam rupa. Setiap orang punya alasan untuk bertahan atau bahkan membuat jeda karir untuk dirinya sendiri. Jeda tidak apa-apa, asal tidak hilang arah dan makna hidup.
Apa saja yang bisa dilakukan saat jeda karir?
Saat jeda dari rutinitas yang cukup padat, tubuh dan sel-sel saraf mungkin akan sedikit ada yang berubah. Dari ritme yang sangat cepat, penuh dan bahkan tak jarang burnout. Untuk mengembalikan ritme tubuh ke dalam kondisi normal dan mungkin tidak merasa kosong, ada baiknya memnag diisi dengan hal-hal rutinitas yang bermanfaat tapi tidak memaksa tubuh untuk melakukan aktivitas padat. Maksudnya menyesuaikan kondisi fisik, mental dan emosional. Berikut hal-hal yang bisa dilakukan saat jeda karir:
- Berolahraga rutin
- Explore hobi
- Mendekatkan diri ke Tuhan
- Upgrade Skill
- Membangun networking
- Menata rumah & Berkebun
- Bangun bonding dengan keluarga dan sahabat
- Travelling
- Ikut Volunteer
- Ikut workshop atau seminar
Sudah banyak diketahui, bahwa olahraga sangat banyak manfaatnya. Salah satu manfaat berolahraga yaitu mencipta hormon kebahagiaan. Setiap pagi bangun pagi, sekedar jalan pagi atau melakukan grounding (jalan diatas tanah atau rumput tanpa alas kaki), sudah cukup membuat hormon atau tubuh kita melepas energi negatif.
Kita bisa punya waktu untuk mengexplore hobi yang selama ini belum bsoa dikembangkan karena tidak sempat atau alasan lainnya. Misal, kita punya hobi memasak bisa mencoba resep baru atau memperkuat skill kita yang bisa jadi side hustle. Banyak yang membuat side hustle atau usaha berawal dari hobi yang dimiliki. Selain, hobi tersalurkan bisa jadi sumber pendapatan dan rekening gendut di masa depan :)
Nah, ini juga nggak kalah penting. Biar kita nggak kehilangan kompas dalam hidup, penting banget buat mendekatkan diri ke Tuhan. Kadang mood juga naik turun, apalagi dengan kondisi belum ada identitas diri sebagai apa. Maksudnya, selama ini mungkin ada posisi misal "posisi X" di perusahaan, namun dengan jeda yang diambil belum ada identitas sebagai apa. Tapi, apapun posisi yang pernah didapat, sejatinya seseorang tidak akan kehilangan dirinya, selama dia tahu apa nilai dirinya. Posisi atau jabatan atau apapun kita akan menjadi bisa berganti, namun masih ada value diri yang dimiliki. Contoh, seseorang yang memiliki nilai kejujuran dan bekerja keras, mau dia jadi engineer atau berlaih profesi menjadi digital kreator nilai tersebut masih tetap ada dalam dirinya yang terimplementasi dalam sikap, tindakan ataupun pekerjaannya.
Tidak kalah penting, saat kita jeda karir kita bisa mengasah skill baru atau menaikkan skill yang sudah ada. Ini aset berharga juga yang bisa jadi nilai lebih, saat kita melamar ke pekerjaan baru atau mengembangkan bakat yang kita miliki. Investasi yang berharga menurutku salah satunya investasi pendidikan. Bukan hanya bermanfaat dimasa sekarang, tapi juga di masa depan. Berlatih skill yang sesuai tujuan karir kedepan dan kita enjoy dalam menjalaninya.
Selain updgrade skill, kita juga perlu membangun networking. Hal ini penting untuk membuka peluang baru, informasi, pengetahuan, kerjasama atau sekedar sharing pengalaman. Seenggaknya sudut pandang diri jadi lebih luas akan suatu hal. Siapa tahu project juga bisa datang dari kawan lama atau kawan baru yang baru dikenal. Rezeki bisa Allah bukakan dari pintu mana saja. Dari siapa datangnya rejeki, jika Allah sudah berkehendak, apapun cara atau jalannya pasti ada saja rejeki. (Duh, sok bijak pisan aku teh..hiihii)
Disela waktu senggang kita bisa manfaatkan untuk berkebun atau decluter barang yang sudah tidak akan digunakan lagi. Menata rumah atau barang-barang membawa mood tersendiri. Vibes rumah jadi lebih nyaman dan jadi lebih bersemangat dalam berkativitas. Barang-barang yang berserakan, kadang membuat pikiran ruwet juga (tapi ini sesuai pribadi masing-masing lho ya). Decluter barang juga bisa membuat space rumah lebih rapi, barang-barang yang sudah tidak dipakai lagi dan masih layak digunakan bisa didonasikan atau recylce bila memungkinkan.
Ditengah kesibukan rutinitas selama ini, mungkin waktu kita untuk bertemu atau berkomunikasi dengan keluarga atau sahabat dekat juga terasa jarang atau bahkan sulit. Disaat jeda ini, Tuhan mungkin sedang memberi rejeki berupa kelonggaran waktu. Tidak ada salahnya untuk menggunakan waktu itu untuk sekedar makan siang bareng, jalan-jalan bareng atau bercanda bersama. Selagi masih ada waktu bersama dengan orang tercinta atau tersayang, just do it...
Melakukan perjalanan ke tempat baru, bertemu orang baru, melihat budaya lokal adalah pengalaman berharga yang bisa kita ambil dalam hidup. Kadang, pikiran kita baru akan terbuka saat berada diperjalanan atau bahkan saat bertemu orang baru. Pengalaman yang bisa memperkaya diri, memperluas wawasan dan memberi manfaat. Dengan pengalaman yang kita miliki, kita bisa share hal yang bermanfaat bagi banyak orang. Misal, share travel tips ke suatu daerah X.
Kita sebagai makhluk bersosial perlu sesekali untuk bertemu banyak orang dan memberikan kontribusi bagi sekitar. Tidak harus melakukan hal besar untuk bermanfaat bagi sesama, ikut kerja bakti RT atau lingkungan sekitar itu juga suatu ibadah yang bisa bermanfaat. Berbagi atau sedekah tidak harus dalam bentuk uang, tapi bisa dalam bentuk tenaga, pikiran, waktu.
Manusia pada dasarnya merupakan mahkluk terhubung. Kadang yang kita butuhkan adalah keluar sebentar untuk melihat dunia. Setiap orang punya jadwalnya masing-masing. Ikut seminar atau workshop juga bisa jadi pilihan untuk mengisi waktu jeda karir. Selain ilmu yang kita dapatkan, kita juga bisa bertemu dengan banyak orang dengan berbagai latar belakang pendidikan, suku, agama, budaya bahkan bangsa.
Pada akhirnya, suatu hari semua akan jadi cerita indah yang bisa membuktikan pada diri kita sendiri, bahwa kita pernah berjuang, berdamai dengan keadaan dan melakukan yang terbaik. Bukan untuk membuktikan pada siapaun, tapi pada diri kita sendiri.
You Made It!🍂
No comments:
Post a Comment