"Kamu terlalu pilih-pilih"
"Kamu perempuan tidak laku"
"Perawan tua"
Menulis untuk Healing dan Berbagi
Hi readers,
2026 sudah berjalan hampir dua bulan, apa kabar? Sudah sejauh mana melangkah untuk mencapai goal ditahun ini? Setiap hari waktu berjalan cepat dan tanpa terasa dua puluh empat jam setiap hari dilalui dengan bermacam kesibukan. Sekedar sibuk mungkin sudah biasa, namun kadang perlu kita refleksi apakah kesibukan itu produktif atau hanya menghabiskan waktu tanpa arah.
Aku mau sharing tentang hal-hal yang bisa membuat kita menjalani hari dengan produktif. Ini aku coba praktekkan setiap pagi, meski awalnya agak sedikit males dan kadang masih ada sedikit hambatan.
1. Bangun lebih pagi
Hi, apa kabar hari ini?
Setiap fase barkarir, hampir semua orang mungkin pernah merasa ada saatnya harus berhenti sejenak. Entah itu kelelahan mental, fisik dan pikiran atau alasan lain pernah dirasakan budak korporat. Terlebih bekerja di Jakarta. Tantangan mulai dari jalanan yang macet, politik kantor, beban pekerjaan yang super hectic, karakter manusia yang bermacam rupa. Setiap orang punya alasan untuk bertahan atau bahkan membuat jeda karir untuk dirinya sendiri. Jeda tidak apa-apa, asal tidak hilang arah dan makna hidup.
Saat jeda dari rutinitas yang cukup padat, tubuh dan sel-sel saraf mungkin akan sedikit ada yang berubah. Dari ritme yang sangat cepat, penuh dan bahkan tak jarang burnout. Untuk mengembalikan ritme tubuh ke dalam kondisi normal dan mungkin tidak merasa kosong, ada baiknya memnag diisi dengan hal-hal rutinitas yang bermanfaat tapi tidak memaksa tubuh untuk melakukan aktivitas padat. Maksudnya menyesuaikan kondisi fisik, mental dan emosional. Berikut hal-hal yang bisa dilakukan saat jeda karir:
This blog has been on hiatus for far too long. It's almost the end of 2025, and we're just counting down to 2026.
What have you been through? What have you fought for? What have you achieved?
Everyone has their own story. Like a movie role, we each have our own episodes.
Bismillah, start writing again...
🌷
Qi