7.5.26

Cerita Perempuan Usia 35 Plus Belum Menikah

 

Hi, kali ini aku mau menuliskan tentang stigma maysarakat di Indonesia untuk perempuan usia 35 tahun keatas tapi belum menikah. Acap kali perempuan diusia matang dan belum menikah dilabeli hal-hal ini : 

"Kamu terlalu pilih-pilih"
"Kamu perempuan tidak laku"
"Perawan tua"
"Memangnya ada laki-laki mau sama kamu?"
"Jangan sibuk kerja terus, nda mikir nikah"
"Kamu nikah saja sama duda yang sudah punya rumah"

Dan entah kalimat kurang mengenakan dan merendahkan apalagi yang menusuk hati. Aku sangat menyayangkan dengan ucapan-ucapan yang sesama perempuan harusnya saling support tapi jadi saling menghakimi. Padahal mungkin ada usaha yang tak pernah diperlihatkan keseluruh dunia, ada doa mati-matian yang selalu dipanjatkan. Setiap orang pasti ingin menikah, tapi memang semua kembali ke takdir Allah. Ketika semua usaha dan doa sudah dilakukan. Jika ada yang memutuskan tidak menikah, mungkin ada trauma yang begitu dalam. Cobalah kalau misal tidak bisa membantu menyembuhkan, setidaknya tidak menghakimi atau berucap yang menyakitkan. Orang lain memang tidak bisa kita kontrol, yang bisa kontrol adalah diri sendiri. Mungkin atas kesabaran menghadapi penghakiman atau kata yang kurang mengenakan itu, jadi ladang pahala dan penggugur dosa. 

Balik lagi ke budaya yang ada di Indonesia tentang perempuan. Mungkin karena dari zaman dahulu banyak patriaki yang menyebut bahwa perempuan hanya  di rumah dan tidak perlu  bekerja, bahkan menikah di usia dini yang jadi faktor kalau  perempuan harus menikah di usia muda. Mirisya lagi perempuan-perempuan yang belum menikah itu juga punya karir atau pencapaian yang cukup baik namun dianggap belum jadi orang alias "durung dadi wong" hanya. 

Sedikit mungkin orang yang bisa memahami kenapa dan bagaimana perempuan-perempauan diatas 35 tahun itu belum menikah. Yes, dan menurutku ketika kita punya value, tidak perlu merasa minder atau memperdulikan omongan-omongan berfrekuensi rendah. Ibaratnya mereka yang berkomentar juga tidak memberi makan atau bahkan peduli saat kita sakit. kadang yang sudah menikahpun masih ada curhat kalau kehidupan pernikahannya juga tak seindah yang dibayangkan. Setiap orang pasti punya episodenya masing-masing. Cukup di doakan yang baik-baik saja. Toh doa baik juga akan kembali ke pribadi masing-masing. Berhentilah berspekulasi tentang hidup orang lain yang tidak kita pahami. Happy all day....

Tetap melangkah perempuan-perempuan tangguh 


Eqi 🍁

No comments:

Post a Comment